Kantor Pelayanan Pajak Madya Kota Bogor Diresmikan
Oleh Husnul Khatimah, pada Oct 01, 2018 | 20:41 WIB
Kantor Pelayanan Pajak Madya Kota Bogor Diresmikan
Peresmian Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Bogor. (Husnul Khatimah/Ayobogor.com)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Guna meningkatkan pelayanan, pengawasan dan penerimaan negara dari sektor pajak, Direktorat Jenderal Pajak melakukan pemecahan wilayah kerja atas 11 unit kantor menjadi 22 unit kantor baru dan pembentukan unit baru, yaitu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Bogor.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Barat III Catur Rini Widosari mengatakan dengan diresmikannya 22 unit kantor baru ini, maka Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak memiliki 34 kantor wilayah, 352 KPP, dan 204 KP2KP di seluruh Indonesia.

AYO BACA : Warga Bogor yang Taat Bayar Pajak Kendaraan, Berpeluang Dapat Hadiah Motor

"Dengan bertambahnya jumlah unit kerja, pengawasan perpajakan yang dilakukan DJP dapat lebih optimal dan efektif. Apalagi pajak merupakan sumber utama penerimaan negara dan digunakan untuk membiayai berbagai program belanja pemerintah termasuk di bidang sosial, pendidikan, kesehatan serta pertahanan dan keamanan," ujar Rini.

Oleh karena itu, katanya, diharapkan kepada seluruh wajib pajak untuk berpartisipasi mendanai pembangunan nasional dengan menghitung, membayar dan melaporkan pajak secara benar dan tepat waktu

AYO BACA : Pekan Panutan Pajak, Berikan Kesadaran Membayar Pajak

Sementara itu Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan dengan diresmikannya Kantor Pelayanan Pajak Madya Bogor diharapkan menjadi awal baru yang memberikan semangat lebih bagi keluarga besar KPP untuk menunaikan salah satu tugas menghimpun pajak.

"Kita pahami bersama bahwa penerimaan pajak memiliki arti penting dalam kaitan keberlangsungan pembangunan di negara ini," ujar Ade.

Ade menambahkan pajak adalah komponen penerimaan negara terbesar untuk membiayai belanja negara. Seperti contohnya dari total belanja negara pada APBN 2017 sebesar Rp2.080,5 triliun, sekitar 20%-nya berasal dari penerimaan perpajakan yang mencapai Rp1.498,9 triliun.

"Kondisi yang kurang lebih sama terjadi pada struktur anggaran Kota Bogor. Sekitar 67% Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditopang dari pajak daerah. Dalam konteks ini, upaya sinergi dan kolaborasi untuk meningkatkan penerimaan pajak adalah sebuah kebutuhan," papar Sekda.

Oleh karena itu, menurut Sekda, dalam beberapa tahun terakhir Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor intens menjalin kerja sama dan kemitraan dengan KPP Pratama dalam melaksanakan fungsi perpajakan dan menghimpun pendapatan negara melalui pajak. Kerja sama dan kemitraan itu telah tertuang dalam sejumlah perjanjian kerja sama.

AYO BACA : 32% Pemilik Kendaraan di Kota Bogor Belum Bayar Pajak

Editor : Dadi Haryadi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600