Pileg 2019, Parpol Harus Penuhi 30% Keterwakilan Perempuan
Oleh Husnul Khatimah, pada Jul 11, 2018 | 18:44 WIB
Pileg 2019, Parpol Harus Penuhi 30% Keterwakilan Perempuan
Komisioner KPU Kota Bogor, Bambang Wahyu. (Husnul Khatimah/ayobogor)

BOGOR TIMUR, AYOBOGOR.COM--Pemilihan Legislatif tahun 2019 telah memasuki masa pendaftaran. Dalam masa ini, partai politik dapat mendaftarkan calon sebanyak 100% dari alokasi kursi yang ada dengan syarat harus ada keterwakilan perempuan.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor, Bambang Wahyu mengatakan, keterwakilan perempuan yang harus dipenuhi oleh setiap parpol adalah sebanyak 30%.

"Masing-masing partai politik itu harus mengajukan kuota 30 % perempuan untuk setiap dapilnya. Misalnya kursinya ada sembilan di Bogor Utara, nah, masing-masing partai bisa mengajukan maksimal sembilan caleg dan dari sembilan itu harus ada tiga perempuan," ujar Bambang kepada ayobogor saat ditemui di kantornya, Rabu (11/7/2018).

Bambang menuturkan, persyaratan itu adalah salah satu upaya untuk mendapatkan 30% keterwakilan perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bogor.

"Demokrasi kita mendorong keterwakilan perempuan di semua lembaga, baik politik maupun lembaga pemerintahan, dan di dewan mereka sepakat ada keterwakilan perempuan 30%," kata Bambang.

Parpol yang tidak dapat memenuhi 30% keterwakilan perempuan nantinya akan diberikan masa perbaikan. Namun, apabila masa perbaikan telah selesai, maka sanksi akan menunggu parpol tersebut.

"Kalau lewat masa perbaikan masih belum terpenuhi ada sanksi, tapi sanksinya belum diketahui apakah dibatalkan semua caleg atau harus dicari lagi kuota perempuannya, tapi yang jelas ada sanksi," kata Bambang.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600