Manfaat Puasa Ramadan untuk Kesehatan Mental
Oleh Husnul Khatimah, pada May 18, 2018 | 09:06 WIB
Manfaat Puasa Ramadan untuk Kesehatan Mental
Ilustrasi Ramadan. (Chronicle Live)

BOGOR BARU, AYOBOGOR.COM--Puasa tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh tetapi juga bagi kesehatan mental. Selama berpuasa di bulan suci Ramadan, umat Islam harus mengendalikan emosi mereka terkait dengan hal-hal yang buruk seperti kemarahan.

Telah dibuktikan dalam sebuah penelitian bahwa puasa meningkatkan kesehatan emosi dan mental. Puasa memiliki efek meningkatkan suasana hati karena ketika lapar tubuh akan melepaskan beberapa bahan kimia yang baik bagi otak. Bahan kimia ini juga dapat meningkatkan mood. 

Melansir dari Boldsky setidaknya ada 7 manfaat kesehatan mental yang didapat selama berpuasa di bulan Ramadan, berikut ulasannya.

Pikiran damai dan bahagia
Setelah minggu pertama Ramadan kita akan dapat merasakan perubahan dalam pikiran kita. Pikiran akan menjadi lebih tenang, damai, dan bahagia. Pada minggu pertama itu tubuh kita akan beradaptasi dengan mode puasa dan dalam proses adaptasi itu tubuh akan melepaskan hormon dan bahan kimia seperti adrenalin, dopamine, dan hormon steroid.

Mengobati kecemasan dan depresi
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa puasa mengurangi gejala depresi dan kecemasan hanya beberapa hari setelahnya. Puasa di bulan Ramadan akan melepaskan lebih banyak endorfin di otak yang membuat Anda bahagia dan gembira.

Meningkatkan kualitas tidur
Penelitian telah menunjukkan bahwa puasa meningkatkan kualitas tidur. Seseorang yang berpuasa akan tidur lebih nyenyak tanpa terbangun selama jam tidur. Setelah satu minggu berpuasa, Anda akan merasakan adanya peningkatan kualitas tidur Anda. Kualitas tidur yang lebih baik akan menghasilkan suasana hati yang lebih baik pula.

Mengurangi sakit kepala migrain
Banyak peneliti menemukan bahwa puasa meningkatkan tingkat serotonin yang tersedia di otak, sehingga membuat Anda bahagia, rileks dan mencegah migrain.

Perubahan positif dalam otak
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa praktik doa, iman, dan spiritualitas di bulan Ramadan melibatkan dan mengubah banyak area otak. Pencitraan resonansi magnetik atau MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan PET (Positive Emission Tomography) dari otak telah menunjukkan bahwa selama kegiatan spiritual berlangsung akan merangsang korteks prefrontal otak yang akan menentukan kepribadian Anda seperti ekspresi, pengambilan keputusan, dll.

Mengurangi rasa takut
Puasa menghilangkan ketakutan dan kemarahan dengan mematikan bagian amygdala dari otak Anda. Bagian otak ini berkaitan dengan emosi negatif yang mencatat rasa takut dan kemarahan.

Mengisi pikiran dengan kegembiraan
Para ilmuwan telah membuktikan bahwa kegiatan puasa dan ritual keagamaan akan memberikan perasaan yang kuat akan ketenangan, kedamaian, cinta dan kegembiraan.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600