Tekan Angka Penderita Stunting, Ini yang Dilakukan Dinkes
Oleh Husnul Khatimah, pada May 16, 2018 | 17:08 WIB
Tekan Angka Penderita Stunting, Ini yang Dilakukan Dinkes
Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Kota Bogor, Erna Nuraena. (Husnul Khatimah/ayobogor)

TANAH SAREAL, AYOBOGOR.COM--Untuk menekan angka balita yang memiliki ukuran badan yang pendek dari standar usianya atau disebut juga dengan penyakit stunting yang saat ini berjumlah sekitar 7 %, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan berbagai upaya mulai dari pencegahan dini hingga pencegahan saat balita telah lahir.

Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, faktor yang menyebabkan seorang balita menderita stunting itu mayoritas bukan hanya terjadi saat anak telah lahir tapi juga saat anak dalam kandungan.

"Penyebab stunting itu sejak dia berada dalam kandungan, seperti bagaimana kesehatan kondisi ibunya waktu hamil. Jadi, hal ini nantinya yang menentukan seseorang anak itu stunting apa tidak," ujar Erna kepada ayobogor saat ditemui di kantornya, Rabu (16/5/2018).

Menyadari hal itu, Dinkes pun mengedukasi calon ibu sejak mereka berusia remaja agar mendapatkan gizi dan makan yang seimbang. Dalam edukasi tersebut, Dinkes juga memberikan pemahaman bahwa memiliki badan yang kurus tidak selalu bagus karena bisa saja hal itu adalah tanda kekurangan gizi yang nantinya berdampak pada balita.

"Kemudian remaja putri juga berisiko tinggi terkena anemia ketika hamil yang risikonya juga bisa ke bayi. Jadi sekarang di kota Bogor ada pemberian tablet tambah darah yang dilaksanakan seminggu sekali untuk remaja putri," kata Erna.

Upaya lainnya yang dilakukan oleh Dinkes untuk mencegah stunting adalah intervensi calon pengantin untuk mengikuti pelatihan calon pengantin yang dilaksanakan Kementerian agama. Dalam pelatihan itu, calon pengantin akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan mulai dari pemeriksaan status gizi dan penyakit yang bisa menghambat proses kehamilan.

Kemudian upaya selanjutnya adalah mengimbau ibu hamil di Kota Bogor untuk melakukan pemeriksaan rutin minimal 4 kali. Dalam pemeriksaan itu calon ibu akan dikasih tablet penambah darah dan jika mereka dinyatakan kurang energi akan diberikan makanan tambahan seperti biskuit.

"Sesudah bayi lahir kita juga intervensi dengan menyusu dini karena itu salah satu yang penting untuk pencegahan stunting dan sesudah itu kita sarankan ibu-ibu untuk dikasih ASI eksklusif selama enam bulan termasuk ibu-ibu yang kerja," tandas Erna.

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600