7 Persen Balita Di Kota Bogor Idap Penyaki Stunting
Oleh Husnul Khatimah, pada May 16, 2018 | 14:57 WIB
7 Persen Balita Di Kota Bogor Idap Penyaki Stunting
Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena. (Husnul Khatimah/ayobogor)

TANAH SAREAL, AYOBOGOR.COM--Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 29, 2 persen balita di Jawa Barat pada tahun 2017 dinyatakan stunting. Balita yang dinyatakan stunting tersebut tersebar di beberapa kota dan kabupaten salah satunya Kota Bogor.

"Stunting itu adalah balita yang tinggi badannya tidak sesuai dengan umurnya, artinya ini tidak mencapai standar tinggi yang seharusnya seusia dia," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena kepada ayobogor saat ditemui di kantornya, Rabu (16/5/2018).

Menurutnya, di Kota Bogor balita yang terdeteksi menderita stunting adalah sekitar 7 persen.

"Dari balita yang kita periksa sekitar 7 % yang dinyatakan stunting, angka itu dari 90.000-an balita yang kita periksa," ujarnya.

Erna menambahkan, angka tersebut berkurang dari tahun sebelumnya yang mencapai 8 %. Menurut dia stunting adalah salah satu kekurangan pada balita yang harus diperhatikan oleh orang tua dan pemerintah.

Dijelaskan, konsekuensi bagi anak yang menderita stunting itu bukan hanya buruk bagi postur badannya yang tidak normal tapi juga bisa mempengaruhi kecerdasan anak dan kematangan organ-organ tubuhnya ketika mereka tumbuh dewasa.

Dari beberapa hasil penelitian, lanjutnya, ditemukan anak-anak yang mengidap stunting ketika dewasa punya resiko terjadinya penyakit tidak menular yang lebih besar dibandingkan anak-anak yang tumbuh normal.

"Konsekuensi selanjutnya adalah tingkat kecerdasannya yang tidak optimal. Jadi itu kan jadi konsentrasi kita banget jangan sampai anak-anak kita gak cerdas atau tingkat kecerdasannya tidak optimal," tegasnya. 

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600