Paradigma Masyarakat tentang Investasi Tanaman Harus Diubah
Oleh Husnul Khatimah, pada Mar 13, 2018 | 11:21 WIB
Paradigma Masyarakat tentang Investasi Tanaman Harus Diubah
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kota Bogor, Dian Herdiawan. (ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR SELATAN, AYOBOGOR.COM -- Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian (Distani) Kota Bogor, Dian Herdiawan mengatakan, pihaknya ingin mengubah paradigma masyarakat tentang investasi tanaman yang selama ini lebih banyak memilih menanam pohon kayu ketimbang pohon buah.

"Kita ingin merubah paradigma masyarakat yang asalnya itu budidaya investasi di tanaman itu menanam pohon kayu sekarang lebih diarahkan menanam bibit buah," ujar Dian kepada ayobogor saat ditemui di kantornya, Senin (12/3/2018).

Menurut Dian, paradigma itu perlu diubah agar ekosistem lingkungan tetap terjaga. Dengan menanam buah, tak perlu ada proses penebangan pohon. “Karena yang diambil hanya buahnya saja,” ujarnya.

Memang, pohon kayu yang telah ditebang bisa ditanam kembali. Namun, dalam hal konservasi lingkungan, pohon yang baru ditanam tidak sebaik pohon yang telah ditanam sejak lama dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

"Dalam konservasi lingkungan pohon yang sudah lama ditanam itu akan sangat kuat menjaga ekosistem, sedangkan pohon yang baru ditanam itu sangat lama untuk bisa mengembalikan iklim makro dan mikro di suatu kawasan," ujar Dian menjelaskan.

Oleh karena itu, dikatakan Dian, pihaknya mengarahkan masyarakat untuk menanam pohon buah dalam investasi tanaman karena pohon buah tidak akan pernah ditebang.

"Pohon buah itu semakin lama akan semakin memberikan manfaat yang lebih besar bagi lingkungan yang akan membaiki unsur mikro dan makronya sedangkan kalau pohon kayu yang ditebang itu iklim itu akan berubah seperti panas," ucap Dian.

Untuk mengubah paradigma masyarakat itu, Distani akan membangun kampung buah di 68 kelurahan yang ada di Kota Bogor. Kemudian, Distani juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang kelebihan investasi tanaman buah bagi lingkungan.

"Kita ada edukasi penyuluhan, (tujuan) khususnya meningkatkan keterampilan dari kelompok tani untuk mulai menghargai lingkungan dan memberikan dampak positif pada lingkungan dengan cara menanam tanaman yang sifatnya itu tidak akan ditebang," tutup Dian.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600