KPU Bogor: Nomor Urut Paslon Final dan Mengikat
Oleh Husnul Khatimah, pada Feb 13, 2018 | 18:31 WIB
KPU Bogor: Nomor Urut Paslon Final dan Mengikat
Ketua KPU Bogor, Undang Suryatna. (ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR TIMUR, AYOBOGOR.COM -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor, Undang Suryatna mengatakan jika hasil nomor urut pasangan calon (paslon) yang telah diundi bersifat final dan mengikat.

"Nomor urut paslon ini final dan  mengikat, jadi tidak bisa lagi berubah hingga berakhirnya masa Pilwalkot Bogor nanti," ujar Undang usai rapat pleno terbuka pengundian nomor urut Paslon Pilwalkot Bogor, Selasa (13/2/2018).

Nomor urut ini nantinya akan digunakan oleh seluruh paslon selama masa Pilkada 2018, mulai dari alat peraga kampanye hingga nomor urut pada surat suara saat pencoblosan nanti.

Undang menjelaskan, penentuan nomor urut ini dilakukan melalui dua tahap pengundian. Pertama, pengundian urutan calon yang akan mengambil nomor urut paling pertama, kedua, ketiga, dan terakhir. Kemudian, tahap selanjutnya pengambilan nomor urut paslon.

"Jadi untuk tahapan penentuan nomor urut proses ada dua tahap. Pertama untuk menentukan siapa yang akan mengambil nomor urut pertama kali, kedua, dan seterusnya. Kemudian baru dilakukan pengambilan nomor urut sesuai hasil tahapan sebelumnya," kata Undang memaparkan.

Sebagaimana diketahui, nomor urut 1 didapat oleh Ahmad Ru'yat-Zaenul Muttaqin, nomor urut 2 Edgar Suratman-Syefwelly Ginanjar, nomor urut 3 Bima Arya-Dedie Rachim, dan nomor urut 4 Dadang Danubrata-Sugeng Teguh Santoso.

"Setelah ditetapkan nomor urut paslon, maka tahapan selanjutnya adalah kampanye mulai tanggal 15 sampai 23 Juni," ujar Undang memungkasi.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600