Viral Video Kekerasan Terhadap Penganut Ideologi Terlarang, Polisi: Hoax
Oleh Husnul Khatimah, pada Feb 12, 2018 | 13:05 WIB
Viral Video Kekerasan Terhadap Penganut Ideologi Terlarang, Polisi: Hoax

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Kepala Polisi Resort Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi Andy Mochamad Dicky menegaskan video kekerasan terhadap penganut ideologi terlarang yang terjadi di Kampung Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor adalah hoax.

Dicky mengatakan kasus kekerasan itu viral melalui unggahan video di media sosial dan aplikasi pesan singkat. Dalam video disebutkan seorang pria dituduh menganut ideologi terlarang dan diperlakukan secara kasar dengan cara pelecehan dan oleh sekelompok warga.

Setelah video viral, polisi, TNI dan MUI secara bersama-sama kemudian melakukan penelusuran dan ditemukan bahwa korban bukanlah penganut ideologi terlarang.

"Kita sudah mengamankan korban yang ada pada video tersebut dan ternyata bahwa berita tersebut adalah karangan dari si penyebar hoax sendiri," ujar Dicky melalui keterangan resminya, Senin (12/2/2018).

"Kami tegaskan tidak ada dari pemeriksaan saksi-saksi yang indikasi bahwa bersangkutan adalah antek antek PKI  yang sempat diviralkan tersebut karena kemudian hal yang viral ini membuat keresahan dari masyarakat," sambung Dicky.

Dicky menjelaskan kronologi kejadian berawal dari ronda Siskamling yang dilakukan di TKP. Pada saat bertemu dengan korban seseorang diduga melakukan penghasutan terhadap korban bahwa korban menganut paham terlarang.

Selanjutnya empat orang warga yang berada di TKP melakukan kekerasan dan pelecehan terhadap korban. "Kemudian ada yang merekam dan meng-upload kejadian tersebut di media sosial. Sehingga menimbulkan kegaduhan. Kejadian tersebut terjadi di pinggir jalan Kampung Dayeuh," ujar Dicky.

Setelah melakukan penelusuran pihak Kepolisian mengamankan enam orang, dua orang diantaranya adalah penyebar video dan salah satunya adalah orang yang melakukan penghasutan dan menyebutkan bahwa korban menganut paham ideologi terlarang tersebut dan empat orang lainnya adalah orang yang berada di TKP yang melakukan tindakan kekerasan.

Dicky meminta warga jangan mudah terprovokasi dan main hakim sendiri serta apabila ada yang mencurigakan dipersilahkan untuk melaporkan kepada aparat setempat. Kapolres juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah mengunggah info yang merugikan orang lain yang tidak diketahui kebenarannya.

"Karena ini dapat mengakibatkan kerugian bagi orang lain bahkan menyebabkan kekerasan terhadap orang lain akibat timbulnya dari tuduhan yang tidak mendasar.
Kami melakukan penelusuran bahwa penangkapan antek antek PKI itu tidak ada," tutup Kapolres.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600