Katulampa Siaga 1, Warga Diminta Waspada
Oleh Husnul Khatimah, pada Feb 05, 2018 | 11:42 WIB
Katulampa Siaga 1, Warga Diminta Waspada
Ilustrasi Bendung Katulampa, Bogor. (Wikipedia)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Hujan deras yang berlangsung sejak Minggu (4/2/2018) hingga Senin (5/2/2018) di wilayah hulu Sungai Ciliwung, Bogor, telah menyebabkan debit air sungai meningkat. Tinggi muka air di Bendung Katulampa mencapai 220 sentimeter pada Senin.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pukul 08.30 WIB, Bendung Katulampa menyentuh pada level Siaga I atau level tertinggi dari tingkatan banjir.

"Pada pukul 09.00 WIB, naik menjadi 230 sentimeter, kemudian pada pukul 09.05 WIB menjadi 240 sentimeter. Level Siaga I di Bendung Katulampa jika tinggi muka air Sungai Ciliwung di atas 200 sentimeter," ujar Sutopo melalui keterangan resminya, Senin (5/2/2018).

Saat ini, berdasarkan pantauan, hujan masih berlangsung di wilayah Bogor, sehingga diperkirakan debit air Sungai Ciliwung akan bertambah. Dengan status Siaga 1 Bendung Katulampa, warga di sekitar Sungai Ciliwung diimbau untuk waspada.

"Masyarakat yang tinggal di pinggiran bantaran Sungai Ciliwung di wilayah Bogor agar tidak melakukan aktivitas di sungai, seperti di Katulampa, Sukasari, Baranangsiang, Babakan Pasar, Sempur, Pabaton, Kedung Badak, dan Kedung Halang. Begitu juga masyarakat di sekitar bantaran Sungai Ciliwung di daerah Depok," terang Sutopo.

Diprediksikan sekitar 9 jam ke depan, debit banjir akan sampai di Pintu Air Manggarai, Jakarta. Banjir diprediksi akan menggenangi wilayah bantaran Sungai Ciliwung di Jakarta, seperti Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sungai dan mengevakuasi barang-barang rumah tangga ke tempat yang aman, khususnya bagi permukiman di bantaran sungai Ciliwung. Diprediksi banjir tidak akan besar dan meluas karena hujan tidak merata.

BPBD Kabupaten Bogor dan BPBD DKI Jakarta telah menyebarkan informasi peringatan dini banjir kepada masyarakat, aparat kelurahan, dan kecamatan. Peralatan, logistik, dan personil disiapkan untuk melakukan antisipasi banjir.

Februari adalah puncak hujan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Potensi banjir akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan. Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan genangan.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600