Berkenalan dengan Kang Adum, Pelukis Senior di Kota Hujan
Oleh Husnul Khatimah, pada Jan 12, 2018 | 17:15 WIB
Berkenalan dengan Kang Adum, Pelukis Senior di Kota Hujan
Kang Adum bersama salah satu lukisannya. (ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Berawal dari kecintaannya terhadap keindahan lingkungan sekitar, Kang Adum terjun ke dunia lukisan. Ia ingin mengabadikan setiap keindahan yang ia lihat. Kini, 40 tahun sudah Kang Adun mencorat-coret kanvas dengan warna-warnanya.

Dengan waktu yang panjang itu, tak heran jika kini ia menjadi salah seorang pelukis yang punya reputasi di kota hujan. Pria ini juga aktif di berbagai organisasi seni di kota Bogor, seperti Himpunan Pelukis Bogor (HPB), Himpunan Seni Rupa Bogor (HISBO), dan Komunitas Dapur Pelukis Bogor (DPB).

Sejak terjun ke dunia lukis karya pria dengan nama lengkap Raden Yan Mulyana ini telah berulang kali ditampilkan dalam berbagai pameran bergensi, baik tunggal maupun kolektif. Bukan cuma di tingkat lokal dan nasional, tapi juga internasional.

Berbagai prestasi telah banyak diraihnya. Sampai-sampai Adum sendiri tak hafal betul. Yang jelas, momen ketika ia mengadakan pameran tunggal khusus untuk tamu undangan dari 16 negara adalah yang paling berkesan baginya.

"Dan juga yang menjadi berkesan bagi saya selama berkarier, dulu saya pernah bekerja di Arab selama setahun pada tahun 2000. Di sana saya diminta untuk melukis keturunan raja-raja Arab," ujar Adum saat berbincang-bincang dengan ayobogor, awal pekan ini.

Kegemaran Adum untuk menumpahkan cat berbagai warna di kanvas itu dimulai sejak ia masih kecil. Lahir dari keluarga seniman membikin Adum ikut terjerat ke dunia seni. Ayam Adum, pada masanya adalah seorang perupa tersohor di Bogor.

Adum adalah seorang pelukis naturalis. Ia kerap menangkap eksotisme bentangan alam, kebudayaan, dan pemandangan sosial.

"Kenapa saya suka naturalis? Karena saya sejak kecil sukanya keindahan, keindahan lingkungan, kebudayaan, dan sosial. Jadi saya sukanya melukis bentuk-bentuk yang nyata," ucap Adum.

Dalam melukis, Adum biasanya menghabiskan waktu satu pekan hingga enam bulan untuk menghasilkan sebuah karya. Namun, itu tergantung pada kondisi mood, ketenangan jiwa, dan ketenangan berpikir saat melukis.

"Kalau untuk menemukan ide melukis itu enggak susah, malahan gampang sebenarnya. Di lingkungan sekitar banyak ide yang bisa ditemukan, tinggal bagaimana kita cerdik mencari objek yang kira-kira bagus untuk dilukis dan sesuai dengan yang kita sukai," ucap Adum.

Banyak rintangan yang dilewati Adum selama bergiat di dunia lukis selama 40 tahun. Namun, Adum tak pernah kesulitan untuk melewatinya. Baginya, melewati segala rintangan itu yang penting tekun.

Ke depan, Adum berharap bisa terus berkarya. Ia juga ingin agar karya-karya semakin disukai masyarakat. Lalu, Adum juga ingin eksistensinya yang konsisten berkarya di dunia lukis ini dapat memotivasi pelukis-pelukis lainnya di kota hujan untuk terus berkarta. Karena pelukis akan hilang jika tidak berkarya, begitu kata Adum.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600