UMK Bogor Tahun Depan Naik 8,7%
Oleh Hengky Sulaksono, pada Nov 13, 2017 | 14:12 WIB
UMK Bogor Tahun Depan Naik 8,7%
Ilustrasi Rupiah untuk membayar upah.(antara)

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bogor memastikan bakal menambah tingkat Upah Minimum Kota sebesar 8,7% bagi para pekerja tahun 2018 mendatang. Kenaiikan upah ini disepaki setelah pertemuan tripartit yang melibatkan buruh, pemerintah, dan pengusaha.

Kepala Disnakertrans Kota Bogor, Samson Purba mengatakan kesepakatan tersebut diperoleh saat ketiga belah pihak berunding pengujung pekan lalu. Kenaikan upah bakal efektif dilakukan 1 Januari 2018.

"Kenaikan dimulai awal tahun sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015, tentang Pengupahan," kata Samson saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Raya Merdeka, Kota Bogor, Senin (13/11/2017) siang.

Dengan kenaikan ini, besaran UMK yang saat ini sebesar Rp3.272.143/bulan, bakal berubah menjadi sekitar Rp3.557.146/bulan. Kenaikan upah ini merupakan diukur berdasarkan hasil hitung-hitungan angka pertumbuhan inflasi dan tingkat Kebutuhan Hidup Layak di Kota Bogor.

Ia menuturkan hasil kesepakatan ini juga telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, keputusan Gubernur soal kenaikan UMK ini bakal ditetapkan pada 21 November 2017 mendatang.

“Setelah ditetapkan, kami akan sosialisasikan kepada pengusaha atau perusahaan pada 5 Desember 2017 mendatang. Sosialisasi dilakukan serempak," ujar Samson.

Samson berjanji bakal menindak tegas para pengusaha nakal yang tidak mengindahkan hasil kesepakatan. Disnakertrans mengklaim bakal menjatuhkan sanksi administratif maupun pidana kepada perusahaan yang membayar buruh di bawah ketentuan upah minimum.

"Kalau ada pekerja yang menerima upah di bawah UMK, kita akan memberikan sanksi kepada perusahaan. Sanksinya berbentuk administratif maupun hukum pidana," kata dia.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600