Piknik Ajaib Festival Dongeng Kota Hujan
Oleh Hengky Sulaksono, pada Nov 11, 2017 | 18:37 WIB
Piknik Ajaib Festival Dongeng Kota Hujan

BOGOR, AYOBOGOR.COM --Tangan-tangan mungil itu diarahkan ke langit-langit, wajah para pemiliknya nampak serius memperhatikan instruksi yang menggaung lewat pengeras suara di bagian dalam Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor, Sabtu (11/11/2017) siang, di mana ratusan anak beserta orang tua antusias mengikuti kegiatan Festival Dongeng Kota Hujan 2017.

Di bagian depan, seorang relawan menerjemahkan rapalan pendongeng dari Selandia Baru, Tanya Batt, yang asyik bercerita. Tak cuma berbicara, tubuh Tanya juga bergerak lincah, begitupin anak-anak. Gestur, mimik, dan intonasi suara Tanya membangun suasana menjadi hidup.

Festival ini, kata Pendiri Komunitas Dongeng Kota Hujan, Suci Yoskarina, sengaja dirancang khusus bagi anak-anak agar mereka bisa bisa bersenang-senang lewat dongeng. Gelaran festival tak cuma menyenangkan buat anak-anak. Para orang tua ikut larut dalam riuh rendah festival.

Dalam festival, anak-anak dilibatkan menjadi bagian dari narasi dongeng. Mereka ikut bernyanyi, berjoget, dan mengikuti setiap instruksi yang dikeluarkan kakak-kakak pendongeng. Mereka juga didorong untuk membayangkan kisah-kisah ajaib yang disampaikan dalam festival bertajuk Piknik Ajaib ini.

"Ada banyak cerita-cerita ajaib. Kita juga bisa duduk bareng-bareng sama keluarga lain, berbaur. Anak anak senang, orang tua juga senang karena bisa lebih dekat sama anak-anak," kata perempuan yang akrab disapa Bonchie ini.

Helatan festival kali ini merupakan yang keempat kalinya digelar sejak 2014. Penyelenggaraan di Kota Bogor merupakan perpanjangan tangan Festival Dongeng Internasional Indonesia. Selain di Bogor, festival serupa juga diselenggarakan di beberapa kota besar lain, di antaranya di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Aceh.

Sejak 2015, festival dongeng selalu berlangsung saban bulan November. Bulan ini terbilang cukup sakral bagi dunia dongeng tanah air. Sebab di bulan inilah, tepatnya 28 November, hari dongeng nasional diperingati. Tanggal tersebut merupakan hari kelahiran maestro dongeng tanah air, Suyadi alias Pak Raden.

Bonchie mengatakan jika saban tahun helatan festival ini selalu dibanjiri pengunjung. Animo masyarakat makin bertambah seiring pergantian tahun. Hal tersebut menandakan jika dunia dongeng tak pernah kehilangan daya pikat.

Eksistensi dongeng yang punya tradisi dan sejarah panjang masih terjaga lantaran bermanfaat. Dongeng nyatanya punya faedah fungsional, antara lain untuk melatih daya imajinasi dan kecerdasan anak, mengasah kemampuan improvisasi orang tua, dan menghangatkan hubungan antara keduanya.

"Dongeng juga bisa dijadikan alat untuk menyampaikan pesan kepada anak. Karena, kan, anak terkadang enggak mau nurut kalau langsung disuruh," kata dia.

Bonchie mengharapkan agar virus positif mendongeng ini bisa terus ditularkan. Sebab semakin banyak orang yang sadar manfaatnya, semakin masif pula manfaat positif yang bisa diperoleh.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600