Jadwal Transjabodetabek Bogor-Jakarta Bakal Diatur Ulang
Oleh Hengky Sulaksono, pada Nov 09, 2017 | 14:24 WIB
Jadwal Transjabodetabek Bogor-Jakarta Bakal Diatur Ulang
Ilustrasi.

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Jadwal pengoperasian Bus Transjabodetabek Premium jurusan Bogor-Jakarta bakal diatur ulang. Pengaturan ulang jadwal dilakukan untuk merespons permintaan pengguna yang menilai jadwal kepulangan bus dari Jakarta menuju Bogor terlalu cepat.

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek masih menimbang kemungkinan tersebut. Saran pengaturan ulang jadwal kepulangan dilayangkan Wali Kota Bogor, Bima Arya, yang mendapat keluhan langsung dari penumpang.

"Yang banyak permintaan (pengaturan ulang jadwal) itu dari Jakarta-nya. Dari Jakarta-nya ingin pulangnya itu lebih sore," kata Bima selepas melakukan pertemuan dengan BPTJ di Balai Kota Bogor, Kamis (9/11/2017) siang.

Saat ini, tiga unit bus premium yang diujicoba secara bergiliran diberangkatkan pukul 05.00, 05.30, 06.30 WIB dari Botani Square menuju Plaza Senayan. Saat jam pulang kerja, bus diberangkatkan dari arah Plaza Senayan menuju Botani Square pukul 16.00, 16.30, dan 17.00 WIB.

Pertemuan tersebut juga turut mengevaluasi perkembangan penggunaan Transjabodetabek Bogor-Jakarta secara umum. Selain mengevaluasi jadwal pulang-pergi, kedua belah pihak juga membahas sterilisasi jalur khusus di ruas Tol Jagorawi dan langkah-langkah promosi agar penggunaan bus lebih masif.

Bima mengatakan jika Pemkot dan BPTJ juga bakal membahas lebih jauh persoalan tarif bus premium ini. Sebabnya, banyak masyarakat masih mempertanyakan tarif bus yang mencapai Rp35.000 sekali jalan.

"Nanti tarif dikaji lagi. Memang ada permintaan untuk menurunkan tarif. Tapi ini, kan, segmennya segmen premium. Jadi bukan memindahkan yang biasa naik kereta. Tapi yang biasa naik mobil pribadi atau bawa mobil pribadi," katanya.

Untuk sterilisasi jalur khusus bus premium di Tol Jagorawi, BPTJ bakal berkoordinasi dengan PT. Jasa Marga agar segera merampungkan pembuatan marka jalan. Marka jalan ini berfungsi untuk menandai jalur khusus Transjabodetabek yang berada di lajur satu Tol Jagorawi.

"Ini kami sedang negosiasi dengan Jasa Marga untuk bisa mempercepat," kata Kepala BPTJ, Bambang Trihartono.

Bambang mengatakan jika marka jalan tersebut bakal berbentuk segitiga. Nantinya, jalur khusus bermarka ini tak bisa dilalui kendaraan pribadi pada waktu-waktu sibuk. "Seperti jam 6 pagi smapai jam 9 pagi misalnya," ujarnya. Sterilisasi jalur ini dilakukan agar waktu tempuh Transjabodetabek tidak lebih dari satu setengah jam.

Bambang menuturkan jika nantinya jalur khusus juga bisa digunakan bus-bus umum, sehingga waktu tempuh kendaraan umum bisa lebih cepat. Strategi tersebut ditempuh agar para pengendara pribadi lebih tertarik menggunakan kendaraan-kendaraan umum. BPTJ juga mengehendaki migrasi penggunaan mobil pribadi ke angkutan umum di Jabodetabek.

"Jadi, semua bus umum nanti boleh menggunakan lajur khusus. Sehingga apa, sehingga jalurnya lebih steril, kecepatan dan waktu tempuhnya bisa lebih cepat," ucap Bambang.

Transjabodetabek Bogor Lebih Diminati
Selama masa ujicoba 31 Oktober-10 November, hingga saat ini Transjabodetabek trayek Botani Square-Plaza Senayan ini diklaim lebih diminati ketimbang Transjabodetabek Bekasi-Jakarta yang lebih dulu beroperasi.

Bambang bahkan mengklaim jumlah penumpang bus berkapasitas 44 orang selama masa ujicoba ini dua kali lipat lebih banyak ketimbang penumpang saat periode ujicoba trayek Bekasi-Jakarta. "Di hari yang sama, Bekasi itu masih 50% dari Kota Bogor," katanya.

Kecepatan penambahan penumpang ini, kata Bambang, disebabkan peran pemerintah yang proaktif dalam mempromosikan bus. Dalam masa ujicoba, Bima Arya juga sempat beberapa kali menggunakan moda transportasi premium ini.

"Karena memang proaktif, dari Pak Wali juga agak intens untuk promosi. Di samping itu juga mungkin memang kebutuhan angkutan premium ini sangat dibutuhkan, sehingga terjadi peningkatan di hari yang sama dibandingkan dengan Kota Bekasi," ujarnya.

Bambang juga tak menutup kemungkinan jika BPTJ bakal menambah jumlah armada bus premium untuk merespons permintaan. Walau demikian, BPTJ bakal terus melakukan evaluasi rutin terkait pengoperasian Transjabodetabek. Evaluasi khusus bakal dilakukan selepas masa ujicoba berakhir. "Minggu depan kita evaluasi. Maslah tiket, maslah waktu tempuh," kata dia.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600