Mengapa Bogor Jadi Lahan Subur Pertumbuhan Paham Ekstrem?
Oleh Hengky Sulaksono, pada Nov 07, 2017 | 14:49 WIB
Mengapa Bogor Jadi Lahan Subur Pertumbuhan Paham Ekstrem?
Ilustrasi. (ANTARA)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Kabupaten dan Kota Bogor dinilai sebagai daerah yang rawan penyebaran paham-paham Islam ekstremis. Hasil studi Setara Institute menemukan jika paham-paham ekstrem masih ditemukan dan disebarkan dj masjid, pondok pesantren, hingga kampus.

Studi berjudul berjudul “Potret Intoleransi dan Potensi Radikalisme di Depok dan Bogor” ini dikerjakan bersama Yayasan Satu Keadilan sejak Januari hingga Oktober 2017. Selama studi, para peneliti menghimpun informasi dengan mewawancarai berbagai pihak, termasuk jemaah mesjid, orang tua santri, warga, hingga pemerintah.

Peneliti Setara Institute, M. Syauqillah, yang melakukan riset di Bogor, menyebut jika faktor ketahanan sosial yang lemah menjadi penyebab rentannya penyebaran paham-paham ekstrem di Bogor. Lemahnya ketahanan sosial ini salah satunya dapat dilihat dari longgarnya pengawasan aparatur negara terhadap warganya.

Letak geografis Bogor sebagai daerah satelit ibu kota Jakarta membuat Bogor menjadi salah satu tujuan persinggahan manusia dari berbagai daerah. Para perantau ini kebanyakan menghabiskan sebagian besar waktunya bekerja di Jakarta, sehingga soliditas dan pengawasan antar sesama warga sulit dilakukan.

AYO BACA :

"Masyarakatnya itu, kan, boleh dikatakan kebanyakan pulang-pergi ke Jakarta. Dia tidak cukup intensif berada di Bogor. Akibatnya ruang yang kosong ini luput perhatian dari mereka. Jadi memang ketahanan sosialnya perlu diuji," kata Syauqillah baru-baru ini.

Kurangnya pengawasan dari aparat, semisal Ketua RT atau RW juga menjadi faktor mudahnya paham ekstrem tersebar. Ia mebandingkan kondisi ini dengan di Jakarta yang menurutnya memiliki ketahanan sosial lebih baik. Seringnya Jakarta dijadikan target sasaran teror, serta tingginya kesadaran masyarakat dan pengawasan aparat, membuat penyebaran paham maupun pelaku tindakan ekstrem di Jakarta lebih mudah diendus.

"Kalau di Jakarta mungkin dulu awal-awal ketahanannya rentan. Ada (penghuni) kos-kosan di Jakarta yang terlibat beberapa kasus teror. Sekarang ketahanan sosialnya cukup kuat. Artinya RT, RW-nya ketika di Jakarta itu datang seorang pendatang baru yang beda, responsnya cukup cepat," katanya.

Letak geografis Bogor yang berdekatan dengan Jakarta juga memainkan peran penting dalam bentuk lain. Pasalnya orang-orang berpaham ekstrem ini kerap menjadikan Jakarta sebagai sasaran teror. "Secara akses strategis, Bogor, Gunungsindur ke Banten bisa dekat, kan. Jakarta gampang. Kan, selalu saja targetnya Jakarta. Jadi mereka cari akses yang memudahkan untuk masuk," kata dia.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600