Polisi Sita 800.000 Petasan di Bogor
Oleh Hengky Sulaksono, pada Nov 06, 2017 | 15:17 WIB
Polisi Sita 800.000 Petasan di Bogor
Polisi memusnahkan petasan hasil razia di Markas Polres Bogor, Senin (6/11/2017). (Istimewa)

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Polres Bogor menyita dan memusnahkan sekitar 800.000 butir petasan berbagai jenis dan ukuran dari berbagai daerah di Kabupaten Bogor. Ratusan ribu petasan tersebut dikumpulkan dari hasil razia 27 Oktober-5 November.

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Mochammad Dicky Pastika Gading mengatakan razia ini merupakan antisipasi kepolisian setelah meledaknya gudang penyimpanan dan pembuatan petasan di daerah Kosambi, Tangerang, Banten, 26 Oktober 2017.

"Dalam beberapa hari ini kita sudah mendapatkan total ada sekitar 800.000 petasan dari berbagai jenis, termasuk juga bahan-bahannya itu ada sekitar 2.5 kilo," kata Dicky di Markas Polres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Senin (6/11/2017).

Seluruh petasan yang dirazia aparat dimusnahkan di secara bertahap. Sebagian petasan tersebut dimusnahkan di Mapolres Bogor, sedangkan sebagian lainnya dimusnahkan di tiap-tiap Polsek di wilayah hukum Polres Bogor.

Selain petasan dalam bentuk jadi, polisi juga menyita dan memusnahkan barang bukti sitaan lain berupa alat produksi dan bahan baku pembuat petasan seperti belerang, potasium nitrat, dan tanah lempung.

Dicky mengatakan seluruh petasan yang dirazia didapatkan dari pengecer di pasar maupun rumah produksi kecil-kecilan di perkampungan. "Ini kita dapatkan baik dari rumah-rumah yang kita mintakan secara persuasif bersama aparat desa, termasuk juga di pasar-pasar," katanya.

Seluruh petasan yang disita kepolisian berasal dari berbagai wilayah, terutama sebelah utara kawasan Bogor Barat yang berbatasan langsung dengan Depok dan Tangerang. Para pembuat petasan ini mendapatkan bahan-bahan peledak dari toko-toko kimia.

Hasil penyisiran dan pendataan, tidak ditemukan pabrik penampungan dan pembuatan petasan sebesar pabrik yang meledak di Kosambi, Tangerang. Menurutnya, industri rumahan yang berada di Kabupaten Bogor masih tergolong berada dalam skala kecil. Petasan-petasan ini biasanya dibuta sesuai permintaan.

"Memang mereka itu rata-rata produksi kalau ada pesanan, termasuk kalau mau mendekati waktu-waktu tertentu misalnya lebaran, imlek, tahun baru itu ada peningkatan produksi. Tapi kalau enggak, ya mereka tidak produksi. Hanya sedikit saja, karena mereka modalnya juga terbatas untuk produksi ini. Jadi tidak bisa masif," kata dia.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600