Ratusan Ilmuwan Berembuk Bahas Pengelolaan Sumber Daya Hayati
Oleh Hengky Sulaksono, pada Oct 12, 2017 | 21:35 WIB
Ratusan Ilmuwan Berembuk Bahas Pengelolaan Sumber Daya Hayati
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Ratusan ilmuwan dan praktisi dari berbagai lembaga penelitian berkumpul membahas pengelolaan sumber daya hayati di Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI Kebun Raya Bogor, Kamis (12/10/2017). Berkumpulnya para ilmuwan ini menandai dibukanya “Symposium of Bioeconomics Natural Resources Utilization” yang digelar pada 12-14 Oktober 2017.

Pelaksana Tugas Kepala LIPI, Bambang Subiyanto mengatakan, penyelenggaraan ISBINARU 2017 merupakan bagian dari rangkaian peringatan 50 Tahun Kiprah LIPI dari Dua Abad Kebun Raya Bogor yang sebelumnya telah diperingati. Simposium ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Heriot Watt University Inggris dan Feng Chia University Taiwan.

Ia menuturkan, simposium ini merupakan wadah bagi para peneliti antar-disiplin ilmu, praktisi, pengajar, dan profesional untuk bertemu langsung guna memperluas pengetahuan soal pengelolaan sumber daya hayati.

"Semua yang hadir di sini bisa berdiskusi agar melahirkan ide-ide baru untuk kemajuan penelitian, khususnya bidang sumber daya hayati," kata Bambang di Bogor, Kamis (12/10/2017).

Dengan tema ”Sustainable Economics in Bioresources", simposium ini membahas topik utama tentang pengembangan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya hayati dengan pendekatan bioekonomi.

Bambang mengharapkan simposium ini mampu mengakselerasi peran dan sinergi para peneliti dari lembaga penelitian maupun akademisi, serta perguruan tinggi di Indonesia agar dapat memanfaatkan sumber daya hayati Indonesia secara berkesinambungan.

"Kami juga terus mendorong para peneliti bidang hayati agar menghasilkan penemuan-penemuan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas," uiarnya.

Simposium ini juga dihadiri sejumlah pembicara penting, antara lain Leuserina Garniati (Herriot Watt University), Shu-Yii Wu (CEO of ACABT, Feng Chia University), Chen-Yeon Chu (Feng Chia University), Bambang Prasetya (Kepala Badan Standardisasi Nasional/BSN), B. Didik Prasetyo (Presiden Direktur PT RNI).

Hari pertama dan kedua, penyelenggaraan simposium difokuskan pada presentasi dan diseminasi informasi dalam bentuk poster dan flash oral presentation. Sedangkan di hari ketiga, para peserta melakukan kunjungan ke Museum Istana Kepresidenan, Museum Zoologi, dan Kebun Raya Bogor LIPI. ISBINARU sendiri dibuka secara langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala LIPI.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menambahkan simposium internasional ini hendak merumuskan cara agar hasil penelitian sumber daya hayati sehingga menghasilkan manfaat ekonomi yang maksimal.

Simposium juge membahas pengelolaan sumber daya hayati dari berbagai sisi, termasuk kesehatan, energi, teknologi pengolahan, hingga inovasi produk. Aspek-aspek ini dibahas guna memebrikan pemahaman yang holistik ihwal pemanfaatan sumber daya hayati.

Enny menyebutkan, tujuan utama ISBINARU adalah membahas perkembangan terkini tentang penelitian berbasis sumber daya hayati dengan pendekatan ekonomi dan sosial berkesinambungan dalam mendukung kemajuan iptek.

"Dari simposium ini, kami berharap lahir ide penelitian baru sehingga penelitian hayati ke depan semakin berkembang dan lebih baik lagi," kata dia.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600