Kala Kang Bima Bernostalgia dengan Wajit Coklat
Oleh Hengky Sulaksono, pada Aug 12, 2017 | 20:16 WIB
Kala Kang Bima Bernostalgia dengan Wajit Coklat
Wali Kota Bogor Bima Arya beserta istrinya Yane Ardian Racham. (Dokumen Pemerintah Kota Bogor)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Tak banyak yang tahu jika Wali Kota Bogor, Bima Arya punya kegemaran menyantap makanan-makanan tradisional. Bahkan, ia mengaku punya jajanan tradisional favorit di masa kecilnya, wajit coklat.

"Dulu waktu saya masih kecil, pilihan jajanan tradisional itu banyak, seperti wajit coklat yang jadi favorit saya," kata Kang Bima saat membuka kegiatan Indonesia Tempo Dulu di Toserba Yogya Bogor Junction, jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Sabtu (12/08/2017).

Bima menyampaikan hal itu sambil mengkritik kondisi jajanan anak-anak terkini yang dinilainya lebih terbatas. Jenis jajanan anak-anak sekarang, kata Bima, terbatas pada jenis ciki-cikian.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Bima membandingkannya dengan kondisi masa kecilnya tempo dulu. Selain wajit yang jadi favoritnya, kata Bima, masih banyak jenis makanan lainnya yang tak kalah lezat macam kue putu, ketan, lemper, bacang, ancemon dan lain sebagainya.

“Jadi kami merasa kasihan anak-anak sekarang hidupnya datar dan jajanannya hanya ciki semua,” tutur Bima.

Tak hanya soal jajanan, Bima juga mengomentari ketersediaan pilihan permainan bagi anak-anak zaman kiwari. Menurutnya anak-anak hari ini lebih tertarik menghabiskan waktunya bersama gawai.

Soal kebiasaan ini, Bima juga membandingkan dengan kondisi terdahulu. Saat zamannya, kata Bima, anak-anak memainkan berbagai permainan tradisional macam gatrik, loncat tinggi, gasing, engkle dan banyak lagi yang tidak saja menyenangkan tetapi juga menyehatkan.

Bima juga menilai semakin menjauhnya anak-anak dari urat nadi tradisionalitas merupakan pekerjaan rumah semua pihak. Bima mengaku punya keinginan untuk merevitalisasi segala hal yang kelewat zaman sehingga tak dipandang usang dan laku dijual. "Karena tempo dulu itu terkesan zaman dulu sekali."

Baik makanan maupun perkakas-perkakas permainan dahulu, imbuhnya, diharapkan menjadi identitas Kota Bogor. Ia juga menekankan pentingnya menyusun strategi pengemasan sedemikian rupa agar yang tradisional ini bisa ditampilkan secara berbeda.

“Kalau kita masuk ke mall, harus terasa sangat berbeda dan muncul suasana khas Kota Bogor, seperti togenya, laksanya, surabinya, juga doclangnya,” kata dia.

 

 

Editor: Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Socmed Ayo Bandung 160x600